<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ke Museum Yuk &#187; Museum TMII</title>
	<atom:link href="http://kemuseumyuk.com/category/museum-tmii/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kemuseumyuk.com</link>
	<description>Jalan-jalan ke museum</description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Apr 2010 01:35:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Museum Serangga dan Taman Kupu</title>
		<link>http://kemuseumyuk.com/museum-serangga-dan-taman-kupu</link>
		<comments>http://kemuseumyuk.com/museum-serangga-dan-taman-kupu#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 05:40:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>museum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Museum Serangga dan Kupu]]></category>
		<category><![CDATA[Museum TMII]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Museum Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Mini Indonesia Indah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kemuseumyuk.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Pengurus Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) dan Museum Zoologicum Bogoriense (MZB) dengan restu Ibu Tien Soeharto mendirikan Museum Serangga dengan tujuan mengenalkan keanekaragaman khasanah serangga serta merangsang keinginan dan kepedulian masyarakat terhadap peran dan potensinya di alam.
Museum ini menempati areal seluas 500 m2 mengambil bentuk tubuh belalang dan diresmikan oleh Presiden Soeharto tanggal 20 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_52" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://kemuseumyuk.com/wp-content/uploads/2010/01/tamanmini20090826124536-150x150.jpg"><img class="size-full wp-image-52" title="tamanmini20090826124536-150x150" src="http://kemuseumyuk.com/wp-content/uploads/2010/01/tamanmini20090826124536-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Museum Serangga dan Taman Kupu</p></div>
<p>Pengurus Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) dan Museum Zoologicum Bogoriense (MZB) dengan restu Ibu Tien Soeharto mendirikan Museum Serangga dengan tujuan mengenalkan keanekaragaman khasanah serangga serta merangsang keinginan dan kepedulian masyarakat terhadap peran dan potensinya di alam.</p>
<p>Museum ini menempati areal seluas 500 m2 mengambil bentuk tubuh belalang dan diresmikan oleh Presiden Soeharto tanggal 20 April 1993. Pada tahun 1998, atas bantuan Dr. Soedjarwo melalui Yayasan Sarana Wana Jaya, menambah wahana baru berupa Taman Kupu beserta kebun pakan, kandang penangkaran, dan laboratorium yang diharapkan menjadi usaha penangkaran dan pelestarian kupu-kupu yang dilindungi dan langka. Kemudian tahun 2004 bertambah lagi sarana koleksi binatangnya selain serangga.</p>
<p>Jenis serangga dunia diperkirakan sekitar 16% ada di Indonesia. Sebanyak 500 jenis, terdiri atas kupu-kupu (sekitar 250 jenis), kumbang (sekitar 150 jenis), dan kelompok serangga yang lain (sekitar 100 jenis) menjadi koleksi Museum Serangga dan Taman Kupu (MSTK). Diorama-diorama yang dapat dilihat meliputi pesona kumbang nusantara, peranan serangga tanah dalam ekosistem dan pelestarian ekosistem, peta serangga Indonesia, serangga-serangga perombak, peta kupu-kupu Indonesia, kupu-kupu Bantimurung, dan serangga-serangga di pekarangan, serta kotak-kotak koleksi yang menampilkan kelompok serangga lain.</p>
<p>Selain koleksi serangga mati, juga mempunyai koleksi serangga hidup yang dapat dilihat langsung oleh pengunjung, antara lain kumbang tanduk, kumbang air, lebah madu, belalang ranting, belalang daun, dan kumbang badak. Di dalam Taman Kupu terdapat sekitar 20 jenis tanaman berbunga yang sering dikunjungi kupu-kupu. Selain itu juga dipelihara beberapa jenis binatang, antara lain tupai Sumatera, tupai Bali, oppusum layang, kadal lidah biru, kancil, dan tarsius. Laboratorium digunakan sebagai sarana penangkaran dan terbuka bagi mahasiswa dan pelajar yang ingin belajar bagaimana mengoleksi, membuat awetan serangga, identifikasi, serta memelihara serangga hidup dan mati.</p>
<p>Museum juga menyediakan layanan untuk menambah pengetahuan mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan serangga, misalnya bimbingan umum tentang serangga dan kehidupannya, pemutaran film tentang kehidupan serangga dan penjelasan di ruang audio visual, bimbingan mengawetkan serangga, dan penangkaran serangga (kupu, belalang ranting dan belalang daun), yang dilengkapi dengan perpustakaan.</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.tamanmini.com">Taman Mini Indonesia Indah</a></p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><a href="http://kemuseumyuk.com/search/museum+serangga" title="museum serangga">museum serangga</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/museum+serangga+dan+taman+kupu" title="museum serangga dan taman kupu">museum serangga dan taman kupu</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/musium+air+tawar" title="musium air tawar">musium air tawar</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/museum+air+tawar" title="museum air tawar">museum air tawar</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/mengapa+kupu+kupu+termasuk+jenis+serangga" title="mengapa kupu-kupu termasuk jenis serangga">mengapa kupu-kupu termasuk jenis serangga</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/museum+serangga+tmii" title="MUSEUM SERANGGA TMII">MUSEUM SERANGGA TMII</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/museum+serangga+dan+taman+kupu+tmii" title="museum serangga dan taman kupu tmii">museum serangga dan taman kupu tmii</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/awetan+serangga" title="awetan serangga">awetan serangga</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/taman+serangga" title="taman serangga">taman serangga</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/tentang+kehidupan+serangga" title="TENTANG KEHIDUPAN SERANGGA">TENTANG KEHIDUPAN SERANGGA</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 2.727 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kemuseumyuk.com/museum-serangga-dan-taman-kupu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Museum Pusaka</title>
		<link>http://kemuseumyuk.com/museum-pusaka</link>
		<comments>http://kemuseumyuk.com/museum-pusaka#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 05:25:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>museum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Museum Pusaka]]></category>
		<category><![CDATA[Museum TMII]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Museum Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Mini Indonesia Indah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kemuseumyuk.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Museum Pusaka berada di jalur selatan di antara Museum Keprajuritan Indonesia dan Museum Serangga, berupa bangunan khas karena di atas atapnya terdapat bentuk keris yang menjulang. Museum ini bertujuan melestarikan, merawat, mengumpulkan, serta menginformasikan benda-benda budaya berupa senjata tradisional kepada generasi penerus agar merasa bangga terhadap bangsanya dan dapat dimanfaatkan bagi yang ingin melakukan studi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_48" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://kemuseumyuk.com/wp-content/uploads/2010/01/tamanmini20090826124054-150x150.jpg"><img class="size-full wp-image-48" title="tamanmini20090826124054-150x150" src="http://kemuseumyuk.com/wp-content/uploads/2010/01/tamanmini20090826124054-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Museum Pusaka</p></div>
<p>Museum Pusaka berada di jalur selatan di antara Museum Keprajuritan Indonesia dan Museum Serangga, berupa bangunan khas karena di atas atapnya terdapat bentuk keris yang menjulang. Museum ini bertujuan melestarikan, merawat, mengumpulkan, serta menginformasikan benda-benda budaya berupa senjata tradisional kepada generasi penerus agar merasa bangga terhadap bangsanya dan dapat dimanfaatkan bagi yang ingin melakukan studi dan penelitian mengenai senjata.</p>
<p>Pada awalnya koleksi museum merupakan koleksi pribadi Mas Agung, kemudian dihibahkan oleh Sri Lestari Mas Agung kepada Ibu Tien Soeharto selaku ketua Yayasan Harapan Kita. Setelah ditambah dengan pembelian, Museum Pusaka memiliki koleksi senjata tradisional paling lengkap, mewakili 26 provinsi di Indonesia.</p>
<p>Museum dengan dua lantai seluas 1.535 m² di atas lahan 3.800 m² ini memiliki beberapa ruang sebagai sarana dan pendukung, yakni ruang pameran, ruang informasi, ruang pengelola, ruang sarasehan, ruang perpustakaan, ruang konservasi dan preservasi, ruang bursa, dan ruang cenderamata.</p>
<p>Selain memeragakan benda-benda koleksi senjata seluruh nusantara, ruang pameran juga menginformasikan berbagai hal mengenai pusaka, misalnya rincian pusaka, ragam bentuk pusaka, zaman pembuatan pusaka, ragam hias bilah pusaka, berbagai pusaka khas daerah, pusaka dari zaman ke zaman, dan pusaka hasil temuan. Jenis-jenis kayu untuk membuat pusaka serta ruang besalen (tempat kerja empu pembuat keris) dan peralatannya melengkapi pameran.</p>
<p>Keris Nagasasra Sabuk Inten zaman Mataram, kujang zaman Pajajaran, keris Singa Barong tinatah mas, karih dari Sumatera, belati zaman Kerajaan Mataram, kudi zaman kerajaan Tuban, pedang zaman Hamengku Bowono IX, dan keris Naga Tapa dari Yogyakarta dipajang sebagai benda-benda pusaka unggulan karena langka dan melegenda.</p>
<p>Selain pameran tetap, museum juga melaksanakan pameran berkala baik di dalam maupun bekerjasama dengan pihak luar. Kegiatan lain yang ditawarkan kepada umum adalah penjamasan pusaka, konsultasi pusaka, dan bursa pusaka bagi yang berminat mengoleksi benda-benda pusaka.</p>
<p>Sumber :  <a href="http://www.tamanmini.com">Taman Mini Indonesia Indah</a></p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><a href="http://kemuseumyuk.com/search/museum+pusaka" title="MUSEUM PUSAKA">MUSEUM PUSAKA</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/benda+pusaka" title="benda pusaka">benda pusaka</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/pusaka" title="pusaka">pusaka</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/pusaka+kerajaan+mataram" title="pusaka kerajaan mataram">pusaka kerajaan mataram</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/benda+benda+pusaka+pak+harto" title="benda-benda pusaka pak harto">benda-benda pusaka pak harto</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/keris+tinatah" title="keris tinatah">keris tinatah</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/koleksi+benda+pusaka+kerajaan+nusantara" title="koleksi benda pusaka kerajaan nusantara">koleksi benda pusaka kerajaan nusantara</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/koleksi+museum+pusaka+tmii" title="koleksi museum pusaka tmii">koleksi museum pusaka tmii</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/sejarah+museum+pusaka" title="Sejarah museum pusaka">Sejarah museum pusaka</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/berbagai+pusaka" title="Berbagai pusaka">Berbagai pusaka</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 3.153 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kemuseumyuk.com/museum-pusaka/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Museum Perangko Indonesia</title>
		<link>http://kemuseumyuk.com/museum-perangko-indonesia</link>
		<comments>http://kemuseumyuk.com/museum-perangko-indonesia#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 05:21:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>museum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Museum Perangko Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Museum TMII]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Museum Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Mini Indonesia Indah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kemuseumyuk.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Museum Prangko dihiasi sejumlah ukiran dan patung gaya Bali dan Jawa, dikelilingi pagar tembok dengan dua pintu gerbang yang mengambil model dasar candi bentar. Di sayap kanan dan kiri terdapat dua bangunan yang luas masing-masing 402 m2, sayap kanan digunakan kantor pengelola dan tempat pertemuan, sedangkan sayap kiri untuk kantor pos. Museum ini memamerkan koleksi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_45" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://kemuseumyuk.com/wp-content/uploads/2010/01/tamanmini01453625.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-45" title="tamanmini01453625" src="http://kemuseumyuk.com/wp-content/uploads/2010/01/tamanmini01453625-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Musem Perangko</p></div>
<p>Museum Prangko dihiasi sejumlah ukiran dan patung gaya Bali dan Jawa, dikelilingi pagar tembok dengan dua pintu gerbang yang mengambil model dasar candi bentar. Di sayap kanan dan kiri terdapat dua bangunan yang luas masing-masing 402 m2, sayap kanan digunakan kantor pengelola dan tempat pertemuan, sedangkan sayap kiri untuk kantor pos. Museum ini memamerkan koleksi aneka prangko Indonesia dan luar negeri.</p>
<p>Di depan pintu masuk berdiri patung Hanoman, yang dalam pewayangan dikenal sebagai dhuta dharma pembawa berita, misinya sama dengan tugas pos. Di samping kiri dan kanan pintu masuk ada dua lukisan gaya Bali karya pelukis Wayan Sutha yang merupakan cuplikan cerita pewayangan versi Bali, menggambarkan bahwa pada masa sebelum kertas dikenal seperti sekarang surat-menyurat menggunakan daun ‘ron’ tal.</p>
<p>Ruang pamer I menyajikan berbagai koleksi, antara lain foto bahan dan alat yang digunakan untuk menulis surat pada daun tal (ron tal); miniatur alat angkut surat tahun 1602 sampai tahun 1864; serta foto-foto prangko pertama di dunia yang dikenal dengan The Penny Black, tokoh pencetus prangko Sir Rowland Hill, Kantor Pos pertama di Batavia, prangko pertama Belanda yang terbit tahun 1852, dan klise prangko Belanda pertama bergambar Raja Willem III yang diterbitkan 1864.</p>
<p>Ruang pamer II menampilkan materi berupa patung seorang perancang prangko, sejumlah slide proses pembuatan prangko dan proses melukis hingga menjadi prangko, silinder cetak yang digunakan untuk mencetak prangko seri lukisan Raden Saleh, dan penampang fiber glass mesin cetak prangko lima warna yang digunakan oleh Perum Peruri dilengkapi dengan motor penggerak.</p>
<p>Pada ruang pamer III dapat dilihat sejumlah prangko yang terbit tahun 1864-1950 pada masa pemerintahan Belanda, Jepang, dan masa perang kemerdekaan, slide prangko Belanda dan Jepang bertema kebudayaan dan pariwisata, slide prangko peringatan 10 tahun Kemerdekaan RI, dan dua foto prangko bergambar Bung Karno dan Bung Hatta sebagai latar belakang prangko perjuangan yang dicetak di luar negeri.</p>
<p>Ruang pamer IV menyajikan prangko dan carik kenangan (souvenir sheet) yang diterbitkan sejak tahun 1950 dengan lima masa penerbitan: tahun 1950-1959, tahun 1959-1966, tahun 1966-1973, tahun 1973-1983, dan tahun 1983-1993.</p>
<p>Ruang pamer V terdapat prangko yang disusun berdasarkan periode dan tema tertentu. Dalam ruang ini disajikan prangko bertema sosial, pariwisata, taru dan satwa, lingkungan hidup, dan kemanusiaan.</p>
<p>Ruang pamer VI memperagakan prangko tematik, khususnya kepramukaan dan olahraga, di dalam beberapa kotak penyajian, termasuk slide Ibu Tien Soeharto dengan seragam Pramuka ketika menandatangani Sampul Hari Pertama Prangko Jambore Internasional ke-IV di Cibubur pada Juli 1981.</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.tamanmini.com">Taman Mini Indonesia Indah</a></p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><a href="http://kemuseumyuk.com/search/perangko+indonesia" title="perangko indonesia">perangko indonesia</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/aneka+prangko" title="aneka prangko">aneka prangko</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/perangko" title="perangko">perangko</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/gambar+perangko+th+2010" title="GAMBAR PERANGKO TH 2010">GAMBAR PERANGKO TH 2010</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/gambar+perangko+luar+negeri" title="gambar perangko luar negeri">gambar perangko luar negeri</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/perangko+pertama+di+indonesia" title="perangko pertama di indonesia">perangko pertama di indonesia</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/perangko+sampul+hari+pertama" title="perangko sampul hari pertama">perangko sampul hari pertama</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/perangkoindonesia" title="PERANGKOINDONESIA">PERANGKOINDONESIA</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/peroses+pembuatan+perangko" title="peroses pembuatan perangko">peroses pembuatan perangko</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/prangko+sebelum+tahun+1950" title="prangko sebelum tahun 1950">prangko sebelum tahun 1950</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 2.612 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kemuseumyuk.com/museum-perangko-indonesia/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Museum Komodo dan Taman Reptilia</title>
		<link>http://kemuseumyuk.com/museum-komodo-dan-taman-reptilia</link>
		<comments>http://kemuseumyuk.com/museum-komodo-dan-taman-reptilia#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 05:01:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>museum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Museum Komodo]]></category>
		<category><![CDATA[Museum TMII]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Museum Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Mini Indonesia Indah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kemuseumyuk.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Museum Fauna Indonesia “Komodo” dan Taman Reptilia menampilkan pesona satwa langka dalam bentuk awetan dan reptilia hidup. Arsitektur bangunannya mengambil bentuk komodo, satwa yang hanya hidup di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur, berdiri di atas lahan seluas 10.120 m² dengan luas bangunan 1.500 m².
Tema pameran adalah keanekaragaman satwa di Indonesia, dari barat sampai timur, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_33" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://kemuseumyuk.com/wp-content/uploads/2010/01/tamanmini23320681-150x150.jpg"><img class="size-full wp-image-33" title="tamanmini23320681-150x150" src="http://kemuseumyuk.com/wp-content/uploads/2010/01/tamanmini23320681-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Museum Komodo</p></div>
<p>Museum Fauna Indonesia “Komodo” dan Taman Reptilia menampilkan pesona satwa langka dalam bentuk awetan dan reptilia hidup. Arsitektur bangunannya mengambil bentuk komodo, satwa yang hanya hidup di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur, berdiri di atas lahan seluas 10.120 m² dengan luas bangunan 1.500 m².</p>
<p>Tema pameran adalah keanekaragaman satwa di Indonesia, dari barat sampai timur, dan dari pantai sampai pegunungan, ditata dalam dua lantai.</p>
<p>Koleksi lantai I berupa berjenis-jenis binatang mamalia dan reptilia lengkap dengan kondisi lingkungan alamnya. Jenis-jenis yang hampir mengalami kepunahan ditampilkan, antara lain harimau, gajah dan beruang. Di dalam vitrin-vitrin disajikan berbagai macam kupu-kupu yang terdapat di seluruh Indonesia; berjenis keong, kerang, kepiting, dan udang; serta binatang beruas, meliputi kaki seribu, laba-laba, dan kala jengking.</p>
<p>Koleksi lantai II berupa berjenis-jenis burung yang diopset dan ditata sesuai dengan habitatnya, meliputi yang hidup di laut, pantai, rawa, persawahan, lapangan, perkebunan, dasar rimba, hutan, dan pegunungan dengan daerah asal Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua.</p>
<p>Taman Reptilia yang menghadirkan koleksi reptilia hidup dibangun di sekitar gedung museum pada tanggal 20 April 2001. Pengunjung dapat mengenali satu persatu satwa unik tersebut mulai dari komodo, biawak, kadal, ular berkaki, ular sanca, king kobra, penyu, kura-kura leher ular, kura-kura buaya, kodok, buaya, iguana dan binatang reptil lainnya. Anak-anak yang memiliki rasa keingintahuan lebih dan selalu ingin memegang dapat bebas memegang dan bercengkerama dengan ular sanca di Taman Sentuh.</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.tamanmini.com">Taman Mini Indonesia Indah</a></p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><a href="http://kemuseumyuk.com/search/reptilia" title="reptilia">reptilia</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/taman+reptil" title="TAMAN REPTIL">TAMAN REPTIL</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/museum+komodo" title="MUSEUM KOMODO">MUSEUM KOMODO</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/taman+reptil+tmii" title="taman reptil tmii">taman reptil tmii</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/hewan+reptilia" title="hewan reptilia">hewan reptilia</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/tmii+taman+reptil" title="TMII Taman Reptil">TMII Taman Reptil</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/museum+komodo+dan+taman+reptilia" title="Museum Komodo dan Taman Reptilia">Museum Komodo dan Taman Reptilia</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/komodo+hewan+langka" title="komodo hewan langka">komodo hewan langka</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/museum+reptil" title="museum reptil">museum reptil</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/museum+komodo+dan+taman+reptil+ia" title="museum komodo dan taman reptil ia">museum komodo dan taman reptil ia</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 2.828 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kemuseumyuk.com/museum-komodo-dan-taman-reptilia/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Museum Indonesia</title>
		<link>http://kemuseumyuk.com/museum-indonesia</link>
		<comments>http://kemuseumyuk.com/museum-indonesia#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 04:14:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>museum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Museum Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Museum TMII]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Museum Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Mini Indonesia Indah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kemuseumyuk.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Gedung Museum Indonesia berarsitektur Bali tiga lantai dikembangkan dari filosofi tri hita karana, yang menjelaskan adanya tiga sumber kebahagiaan manusia, yakni hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan alam.
Museum Indonesia menjalankan fungsinya melalui pameran tetap dengan tiga tema. Lantai I bertema Bhinneka Tunggal Ika, menampilkan pakaian adat dan pakaian pengantin secara lengkap yang meliputi 27 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_12" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://kemuseumyuk.com/wp-content/uploads/2010/01/museumindonesia.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-12" title="museumindonesia" src="http://kemuseumyuk.com/wp-content/uploads/2010/01/museumindonesia-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Museum Indonesia</p></div>
<p>Gedung Museum Indonesia berarsitektur Bali tiga lantai dikembangkan dari filosofi tri hita karana, yang menjelaskan adanya tiga sumber kebahagiaan manusia, yakni hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan alam.<span id="more-10"></span></p>
<p>Museum Indonesia menjalankan fungsinya melalui pameran tetap dengan tiga tema. Lantai I bertema Bhinneka Tunggal Ika, menampilkan pakaian adat dan pakaian pengantin secara lengkap yang meliputi 27 provinsi, sesuai dengan jumlah provinsi di Indonesia pada saat peresmiannya. Koleksi pakaian pengantin dan pakaian adatnya paling lengkap dan tidak dijumpai di museum lain di Indonesia, bahkan di dunia. Pameran keanekaragaman pakaian adat dan pakaian pengantin sekaligus merupakan cermin kemajemukan budaya masyarakat Indonesia, baik dilihat dari sisi agama, pakaian, kesenian, maupun adat istiadatnya.</p>
<p>Pameran di lantai II bertema Manusia dan Lingkungan, menampilkan benda-benda bundaya di lingkungan sekitar yang diwujudkan dalam bentuk rumah tradisional berupa rumah tinggal, rumah ibadat, dan lumbung padi. Bangunan-bangunan tersebut menyesuaikan keadaan lingkungan, misalnya rumah di dataran rendah, di atas pohon, dan di atas sungai. Selain itu juga ditampilkan ruang/bagian rumah, antara lain kamar pengantin Palembang, ruang dalam Jawa Tengah, dan ruang dapur Batak. Benda budaya dan peralatan mata pencaharian yang dipamerkan meliputi alat perikanan, alat berburu dan meramu, alat pertanian, serta upacara-upacara daur hidup (life cycle rites) yang ditampilkan dalam bentuk diorama, meliputi upacara tujuh bulan (mitoni), upacara turun tanah, upacara khitanan, upacara potong gigi (mapedes), upacara penobatan datuk, dan pelaminan Sumatera Barat yang mewakili upacara pernikahan.</p>
<p>Pameran di lantai III bertema Seni dan Kriya, menampilkan hasil seni garapan dan seni ciptaan baru, antara lain aneka kain yang meliputi songket, tenun, dan batik; berbagai benda kerajinan dari bahan logam perak, kuningan, dan tembaga; seni ukir dari bahan kayu gaya Jepara, Bali, Toraja, dan Asmat. Pohon hayat—yang diilhami gunungan dalam pertunjukkan wayang sebagai pembuka, pergantian, dan penutup suatu adegan dalam pertunjukan wayang—berdiri megah setinggi delapan meter dan lebar empat meter, lambang alam semesta yang mengandung unsur udara, air, angin, tanah, dan api. Penempatan Pohon hayat di lantai III sekaligus menutup rangkain cerita atas seluruh tema pameran secara keseluruhan.</p>
<p>Selain pameran tetap, secara berkala Museum Indonesia juga menyelenggarakan pameran dengan tema khusus, antara lain pameran topeng, kain, senjata, dan lukisan yang didukung oleh peragaan yang berkait dengan tema, misalnya peragaan membatik dan menatah wayang.</p>
<p>Pengunjung bukan hanya wisatawan nusantara, terutama para pelajar dan mahasiswa yang diberi tugas berkaitan dengan mata pelajaran atau mata kuliahnya, melainkan juga wisatawan mancanegara; bahkan oleh TMII Museum Indonesia secara khusus dijadikan tujuan kunjungan tamu negara.</p>
<p>Museum juga dilengkapi fasilitas Bale Panjang, Bale Bundar, dan bangunan Soko Tujuh yang dapat disewa oleh masyarakat umum untuk keperluan pesta pernikahan, seminar, ataupun pertemuan.</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.tamanmini.com">Taman Mini Indonesia Indah</a></p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><a href="http://kemuseumyuk.com/search/vidio+meseum" title="vidio meseum">vidio meseum</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/vidio+mesium" title="vidio mesium">vidio mesium</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/museum+indonesia" title="museum indonesia">museum indonesia</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/vidioe+meseum" title="vidioe meseum">vidioe meseum</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/vidio+musum" title="vidio musum">vidio musum</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/vidio+musum+indonesia" title="vidio musum indonesia">vidio musum indonesia</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/video+museum" title="video museum">video museum</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/video+festival+museum+jakarta" title="video festival museum jakarta">video festival museum jakarta</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/vidio+mesium+indonesia+com" title="vidio mesium indonesia com">vidio mesium indonesia com</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/vidio+misium" title="vidio misium">vidio misium</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 2.413 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kemuseumyuk.com/museum-indonesia/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Museum Asmat</title>
		<link>http://kemuseumyuk.com/museum-asmat</link>
		<comments>http://kemuseumyuk.com/museum-asmat#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 03:59:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>museum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Museum Asmat]]></category>
		<category><![CDATA[Museum TMII]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Museum]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Museum Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Mini Indonesia Indah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kemuseumyuk.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Perhatian besar orang-orang asing terhadap kekhasan seni ukir Asmat yang mengagumkan ditanggapi Ibu Tien Soeharto dengan meprakarsai mendirikan Museum Asmat. Berada di atas lahan Taman Bunga Keong Emas dengan luas bangunan 6.500 m², museum ini dapat dicapai melalui dua pintu masuk: berjalan kaki melalui Taman Bunga Keong Emas atau melewati jembatan Taman Aquarium Air Tawar.
Gedung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_6" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://kemuseumyuk.com/wp-content/uploads/2010/01/museumAsmat-150x150.jpg"><img class="size-full wp-image-6" title="museumAsmat-150x150" src="http://kemuseumyuk.com/wp-content/uploads/2010/01/museumAsmat-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Museum Asmat</p></div>
<p>Perhatian besar orang-orang asing terhadap kekhasan seni ukir Asmat yang mengagumkan ditanggapi Ibu Tien Soeharto dengan meprakarsai mendirikan Museum Asmat. <span id="more-5"></span>Berada di atas lahan Taman Bunga Keong Emas dengan luas bangunan 6.500 m², museum ini dapat dicapai melalui dua pintu masuk: berjalan kaki melalui Taman Bunga Keong Emas atau melewati jembatan Taman Aquarium Air Tawar.</p>
<p>Gedung museum mencontoh model rumah kariwari, yakni rumah pemujaan suku Tobati-Enggros, penduduk asli di tepi Danau Sentani, Papua, namun dikembangkan menjadi bangunan berarsitektur modern. Gedung terdiri atas tiga bangunan utama dan dua bangunan penghubung yang masing-masing berbentuk segi delapan, diberi kesan rumah panggung. Atap berbentuk kerucut tiga setinggi 25 meter berbahan GRC dan pada permukaannya diberi kesan daun rumbia. Di berbagai bagian bangunan diberi ragam hias dengan warna khas Asmat, yakni merah, putih, dan hitam.</p>
<p>Ketiga bangunan utama digunakan untuk ruang pameran tetap koleksi museum, sedangkan dua bangunan penghubung sebagian dimanfaatkan untuk ruang pameran tetap dan sebagian lagi untuk ruang administrasi, serta ruang pimpinan museum.</p>
<p>Benda-benda pameran berupa benda-benda budaya yang mengandung nilai keperkasaan dan mencerminkan pandangan hidup orang Asmat yang selalu berkait dengan nenek moyang. Ikatan batin dengan nenek moyang itu diwujudkan dalam ukiran perlambang di berbagai benda keseharian. Untuk memudahkan pengunjung memahami kehidupan suku Asmat secara keseluruhan, tata pameran disusun berdasar tema.</p>
<p>Tema pameran bangunan pertama berupa Manusia dan Lingkungannya, memamerkan bermacam pakaian adat dan perhiasan, diorama mata pencaharian hidup (menokok sagu), perahu arwah kendaraan roh nenek moyang (wuramon), patung nenek moyang (mbis pole), dan berbagai hiasan perlambang yang menceritakan gejala kehidupan.</p>
<p>Pameran pada bangunan kedua bertema Manusia dan Kebudayaannya, memamerkan peralatan untuk membuat sagu, peralatan berburu, senjata, benda budaya dan upacara, perkusi (tifa), alat musik tiup dari bambu (fu), dan kapak batu (si).</p>
<p>Tema pameran pada bangunan ketiga adalah Manusia dan Hasil Kreatifitasnya, memamerkan seni kontemporer yang merupakan hasil pengembangan pola-pola rancangan seni tradisional. Benda-benda yang dipamerkan berupa hasil seni modern orang Asmat yang mengacu pada permintaan pasar tetapi masih berpijak pada pola rancangan tradisional.</p>
<p>Di samping pameran tetap, Museum Asmat juga menyelenggarakan kegiatan secara berkala dengan tema khusus, misalnya Gelar Lomba Kreasi Tari Gerak Asmat dan Lomba Mewarnai Gambar Ragam Hias Asmat.</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.tamanmini.com">Taman Mini Indonesia Indah</a></p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><a href="http://kemuseumyuk.com/search/senjata+suku+asmat" title="senjata suku asmat">senjata suku asmat</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/asmat" title="ASMAT">ASMAT</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/deskripsi+tentang+alat+musik+papua+fu" title="deskripsi tentang alat musik papua fu">deskripsi tentang alat musik papua fu</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/gambar+ragam+hias+asmat" title="gambar ragam hias asmat">gambar ragam hias asmat</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/artikel+bertema+manusia+dan+pandangan+hidup" title="artikel bertema manusia dan pandangan hidup">artikel bertema manusia dan pandangan hidup</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/ragam+hias+daerah+nusantara+timor+timor" title="ragam hias daerah nusantara timor-timor">ragam hias daerah nusantara timor-timor</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/ragam+hias+di+papua" title="ragam hias di papua">ragam hias di papua</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/ragam+hias+nusantara" title="ragam hias nusantara">ragam hias nusantara</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/ragam+hias+papua+timur" title="ragam hias papua timur">ragam hias papua timur</a>,<a href="http://kemuseumyuk.com/search/ragam+hias+suku+asmat" title="ragam hias suku asmat">ragam hias suku asmat</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 2.398 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kemuseumyuk.com/museum-asmat/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
